UJUNGBATU, ROKAN HULU — Aktivitas dua anak di bawah umur yang terlihat menjadi manusia silver dan meminta uang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, pada malam hari mendapat perhatian warga.
Kedua anak tersebut, seorang anak perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 5 tahun dan seorang anak laki-laki sekitar 10 tahun, terlihat membawa ember plastik kecil yang digunakan untuk menampung uang dari pemberian orang.
Baca Juga : Polisi Amankan Pengedar Ekstasi Di Tambusai Utara
Informasi mengenai keberadaan kedua anak tersebut kemudian disampaikan salah seorang warga kepada DR (HC) Kyai Andi Sidomulyo, pemilik Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas (Peswa), Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu.
Setelah menerima informasi tersebut, Andi kemudian berupaya mencari keberadaan kedua anak tersebut. Setelah sekitar tiga hari menelusuri informasi, ia akhirnya menemukan keduanya bersama orang tua mereka di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya sekitar Simpang Fanik Ujungbatu, pada Kamis malam, 24 September 2026.
Baca Juga : Wanita Pelajar SMP Dibawa Kabur, Polsek Siak Hulu Tangkap Pria Umur 31 Tahun
Menurut Andi, setelah bertemu dengan kedua orang tua anak tersebut, dirinya meminta izin untuk memberikan pendidikan kepada kedua anak itu di Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas.
Kedua orang tua disebut menyetujui tawaran tersebut dan menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Andi kemudian membawa anak tersebut ke lingkungan Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas untuk mendapatkan kesempatan pendidikan secara gratis.
“Saya tidak ingin hanya menemukan dan menegur. Kalau persoalannya karena tidak mampu menyekolahkan anak, InsyaAllah kita cari jalan keluarnya. Anak ini harus mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Andi.
Anak di Jalan Perlu Perhatian Bersama
Andi menilai persoalan anak yang berada di jalan pada malam hari tidak cukup hanya dilihat dari sisi ketertiban umum. Menurutnya, kondisi tersebut juga perlu dilihat dari sisi ekonomi keluarga, pendidikan, keselamatan, serta perlindungan anak.
Baca Juga: Polisi Temukan Sejata Api Rakitan Saat Dilakukan Pengembangan Kasus Sabu Di Bonai Darussalam
Ia berharap masyarakat tidak hanya memberikan uang ketika menemukan anak-anak meminta-minta di jalan, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan masa depan mereka.
“Jangan kita diam, apalagi membiarkan anak-anak di bawah umur menjadi manusia silver dan akhirnya terbiasa menjadi pengemis. Mereka adalah anak-anak kita juga. Mereka berhak mendapatkan pendidikan, perlindungan dan masa depan yang lebih baik,” pesan Andi.
Andi juga mengajak pemerintah, masyarakat, lembaga sosial, serta berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mencegah anak-anak berada di jalan sekaligus membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Kalau ada anak-anak seperti ini, jangan hanya viral. Mari kita hadir, kita selamatkan, kita sekolahkan dan kita berikan mereka kesempatan untuk mengubah masa depannya,” tutup Andi.
Secara prinsip, aturan perlindungan anak di Indonesia menempatkan anak sebagai pihak yang harus mendapatkan perlindungan dari eksploitasi ekonomi dan pekerjaan yang dapat mengganggu pendidikan, kesehatan, maupun perkembangan mereka.***(SPA)
Catatan redaksi: DetakPatriaNews tidak menampilkan identitas lengkap, maupun informasi lain yang dapat memudahkan identifikasi kedua anak tersebut demi menjaga hak dan perlindungan anak.














Response (1)