Rokan Hulu, DetakPatriaNews.Com – Limbah pembuangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kembang Damai, Kecamatan Pagaran Tapah, Kabupaten Rokan Hulu, dikeluhkan warga. Pasalnya, limbah tersebut tidak hanya mencemari lingkungan permukiman padat penduduk, tetapi juga menimbulkan bau menyengat dan mengendap di drainase atau selokan warga.
Warga Desa Kembang Damai mengaku resah dengan keberadaan limbah dapur SPPG yang mengalir langsung ke selokan di kawasan permukiman. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Salah seorang warga yang rumahnya berada tidak jauh dari dapur SPPG mengatakan, bau menyengat dari limbah dapur sangat terasa terutama saat cuaca panas. Sementara ketika hujan turun, limbah tersebut menyebabkan selokan yang berada di pinggir Jalan Lintas Ujungbatu–Kota Lama menjadi tersumbat.
“Air di selokan jadi berminyak dan berbau tidak sedap. Apalagi selokan itu berada tepat di pinggir jalan utama,” ungkap warga tersebut.
Peristiwa ini disebut telah terjadi sejak dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) mulai dioperasikan. Warga mengaku telah menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak pengelola atau mitra yang menjalankan kegiatan MBG di dapur SPPG tersebut. Namun hingga kini, pihak yayasan atau mitra terkesan lamban dan belum mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan limbah tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu serta Pemerintah Desa Kembang Damai dapat segera turun tangan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Selain itu, warga juga meminta agar pihak pengelola dapur SPPG diwajibkan melengkapi dan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dapur MBG sesuai ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat sangat mendukung program nasional Makanan Bergizi Gratis ini. Tapi sangat disayangkan jika program yang bertujuan mulia untuk pemenuhan gizi pelajar justru tercoreng oleh masalah pencemaran lingkungan dari limbah dapurnya,” tutup warga.***(Surya)





