ROKAN HULU — Universitas Pasir Pengaraian (UPP) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggelar sosialisasi pengelolaan sampah plastik dengan metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM) di Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Kepenuhan Timur tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sosialisasi mengangkat tema pengelolaan sampah plastik dengan metode PAM pada daerah rawan banjir di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.
Hadir sebagai narasumber utama Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Ir. Jhoni Rahman, B.Eng., M.Eng., Ph.D., IPP. Ia memaparkan pentingnya pengelolaan sampah plastik secara terpadu untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membantu meminimalkan risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat sampah.
Tim pengabdian UPP terdiri dari Dr. Ir. H. Purwo Subekti, M.T., dosen Teknik Mesin, dan Andi Lesmana, SE., MM. Keduanya turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan metode PAM sebagai langkah sederhana dalam mengelola sampah plastik agar memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Sampah Plastik dan Risiko Banjir
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. H. Purwo Subekti, M.T., mengatakan persoalan sampah plastik bukan hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga dapat memperparah risiko banjir apabila sampah menutup saluran air.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM) dapat menjadi kebiasaan sederhana yang diterapkan masyarakat sejak dari sumber sampah.
“Kami berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah desa,” katanya.
Ia juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” tambahnya.
Pemdes Kepenuhan Timur Apresiasi Program UPP
Kepala Desa Kepenuhan Timur, Azhar AS, SH., MH., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasir Pengaraian dan seluruh tim pengabdian yang telah memilih Desa Kepenuhan Timur sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat relevan dengan kondisi desa, terutama persoalan sampah plastik yang dapat menjadi masalah ketika musim penghujan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pasir Pengaraian dan Kementerian Sains dan Teknologi atas hibah 2026 serta seluruh tim pengabdian yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kepenuhan Timur,” ujar Azhar.
Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah Desa akan terus mendukung upaya-upaya yang mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan sehingga Desa Kepenuhan Timur menjadi desa yang bersih, sehat, dan bebas dari permasalahan sampah plastik,” tutupnya.
DLH Rohul Dorong Peran Aktif Masyarakat
Kabid Pengendalian Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu, Elfitri Nawawi, S.Si., turut mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UPP.
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Pasir Pengaraian. Edukasi seperti ini sangat penting karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujar Elfitri.
Ia menjelaskan, sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menyumbat drainase dan meningkatkan potensi terjadinya genangan maupun banjir.
“Metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM) merupakan salah satu upaya yang baik untuk membangun kebiasaan masyarakat agar sampah tidak langsung dibuang, tetapi dipungut, diangkut dan dikelola sehingga memiliki manfaat atau nilai ekonomi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan antusiasme peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kepenuhan Timur.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi mampu mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah plastik secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan banjir.***(SPA)












