Diduga Dipukuli Security PT SAI, Pria Terduga Pencuri Sawit Jalani Perawatan di RS Awal Bros

SR mengaku mengalami pemukulan dan tendangan saat diamankan usai diduga mencuri buah kelapa sawit milik PT Sawit Asahan Indah. Hingga berita diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan.

ROKAN HULU – Seorang pria berinisial SR yang diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit milik PT Sawit Asahan Indah (SAI) KM 6 Ujung Batu–Rambah Samo mengaku mengalami dugaan tindakan kekerasan saat diamankan oleh sejumlah petugas keamanan perusahaan.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Menurut pengakuan SR, dirinya ditangkap di luar area kebun PT SAI sebelum kemudian dibawa oleh petugas keamanan perusahaan.

“Saya sudah minta ampun, tetapi saya dipukul dan ditendang walau kedua tangan saya diborgol. Setelah itu ada security yang berinisial JM menendang dada saya kurang lebih lima kali menggunakan sepatu safety. Ada juga security lainnya yang memukul bagian kepala, punggung, dan tangan saya,” ujar SR kepada DetakPatriaNews.

SR juga mengaku sempat didiamkan di TKP dalam kondisi terluka sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan perusahaan.

“Setelah itu saya dibiarkan di tempat itu lalu saya dibawa ke Polybun saat kondisi cuaca sudah agak gelap. Handphone saya juga diambil,” tambahnya.

Sementara itu, istri SR mengaku berupaya mencari keberadaan suaminya setelah menerima informasi bahwa SR diamankan oleh petugas keamanan PT SAI.

Menurutnya, ia sempat mendatangi Polsek Rambah Samo untuk memastikan keberadaan suaminya, namun tidak menemukan SR di sana. Setelah memperoleh informasi tambahan, ia kemudian menuju Polybun PT SAI usai salat Isya.

“Saya jumpai suami saya, namun pihak perusahaan tidak memperkenankan saya menghubungi keluarga. Mereka mengatakan, ‘Ibu jangan telepon siapa-siapa, apalagi wartawan’,” ujar istri SR menirukan perkataan yang ia dengar.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat pertama kali melihat suaminya, kondisi tubuh dan wajah SR dipenuhi lumpur.

“Tadinya muka dan badan suami saya penuh lumpur, sekarang sudah saya bersihkan,” katanya.

DetakPatriaNews kemudian melakukan penelusuran atas informasi yang diterima terkait dugaan pencurian buah sawit dan dugaan penganiayaan terhadap SR hingga tidak sadarkan diri.

Bersama keluarga SR, tim DetakPatriaNews mendatangi area Polybun PT SAI untuk memastikan kondisi SR. Namun saat tiba di pos penjagaan sekitar pukul 22.30 WIB, rombongan tidak diperkenankan memasuki area perusahaan.

Menurut informasi yang diterima, akses masuk hanya dapat diberikan atas izin Community Development Officer (CDO) PT SAI, Ilka Iskandar, SH.

Tidak lama kemudian, terlihat sebuah ambulans PT SAI bernomor polisi BM 7829 MC keluar dari area perusahaan. Tim DetakPatriaNews bersama keluarga SR kemudian mengikuti kendaraan tersebut yang diketahui menuju RS Awal Bros Ujung Batu dan tiba sekitar pukul 23.03 WIB.

Dari pantauan di rumah sakit, SR mulai menunjukkan kesadaran dengan membuka mata sekitar pukul 23.18 WIB sebelum menjalani pemeriksaan medis dan rontgen.

Berdasarkan hasil pengamatan visual, tampak memar pada ruas jari tangan kiri SR. Kedua pergelangan tangannya juga terlihat membengkak yang diduga akibat penggunaan borgol saat korban meronta menahan rasa sakit.

Selain itu, SR mengeluhkan pusing di bagian kepala, sesak pada dada, nyeri pada punggung, serta terdapat pembengkakan di bagian kepala sebelah kiri.

Di RS Awal Bros, hadir Kapolsek Rambah Samo AKP Sarlose Mesra, SH, Kanit Reskrim Polsek Rambah Samo AIPTU Jhon Mayzel, SH, MH, beserta sejumlah personel kepolisian lainnya.

“Kasus ini belum ada laporan yang masuk kepada kami dari pihak manapun. Namun karena ada informasi yang berkembang, saya datang ke sini supaya tidak terjadi sesuatu,” ujar Kapolsek Rambah Samo.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sawit Asahan Indah (SAI) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemukulan yang disampaikan SR.

DetakPatriaNews akan terus berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik dan kode etik pers.***(SPA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *