PEKANBARU — Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu nelayan Malaysia yang belum ditemukan setelah sebuah boat pancing berbendera Malaysia dilaporkan hilang kontak di perairan Malaysia.
Operasi pencarian memasuki hari ketiga atau H3 pada Kamis (17/9/2026). Pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru melalui RB 218 Dumai, Unit Siaga SAR Dumai dan Unit Siaga SAR Rohil.
Tim SAR Indonesia juga berkoordinasi dengan Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Johor Bahru, Malaysia, mengingat lokasi awal kejadian berada di wilayah perairan Malaysia dan objek pencarian diperkirakan berpotensi memasuki wilayah perairan Indonesia.
Boat pancing tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Saat kejadian, terdapat tujuh nelayan berkewarganegaraan Malaysia di dalam kapal.
Pada pelaksanaan H3, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing bersama Search and Rescue Unit (SRU). Selanjutnya, tim melakukan penyisiran berdasarkan Rencana Operasi (Renops) H3 dengan luas area pencarian sekitar 150 nautical square miles (Nm²).
Area pencarian ditentukan berdasarkan hasil koordinasi antara pihak Indonesia dan Malaysia. Masing-masing negara melakukan pencarian pada sektor yang telah dibagi sesuai wilayah kerja.
Dua Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia
Perkembangan operasi SAR menunjukkan empat nelayan sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Keempat nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan Malaysia pada Selasa (15/9/2026) di perairan Malaysia.
Sehari kemudian, Rabu (16/9/2026), KM Nusa milik Maritim Malaysia menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia di sektor pencarian Malaysia.
Korban kemudian dievakuasi ke Hutan Melintang, Perak, Malaysia, untuk menjalani proses identifikasi.
Perkembangan kembali terjadi pada Kamis (17/9/2026). Sekitar pukul 15.10 waktu setempat, nelayan Malaysia menemukan satu korban lainnya dalam kondisi meninggal dunia di area pencarian sektor 2.
Korban tersebut juga dievakuasi ke Hutan Melintang, Perak, Malaysia. Identitas korban masih dalam proses dipastikan oleh pihak berwenang.
Dengan demikian, dari total tujuh nelayan, empat orang ditemukan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian.
Pencarian di Wilayah Indonesia Belum Menemukan Korban
Sementara itu, Tim SAR Gabungan yang melaksanakan pencarian di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru belum menemukan tanda-tanda keberadaan satu nelayan yang masih dicari.
Penyisiran pada H3 dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 17.50 waktu setempat berdasarkan area pencarian yang telah ditetapkan dalam Renops H3.
Setelah operasi pencarian selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing sekitar pukul 18.00. Pencarian kemudian dihentikan sementara dan direncanakan kembali dilanjutkan pada Jumat (18/9/2026) pukul 07.00.
RB 218 selanjutnya melaksanakan labuh jangkar di Pulau Jemur sebagai persiapan pelaksanaan operasi pencarian berikutnya.
Hingga Kamis malam (17/9/2026), satu nelayan Malaysia masih belum ditemukan.
Berdasarkan hasil koordinasi, operasi SAR terhadap kecelakaan kapal boat pancing Malaysia yang hilang kontak tersebut diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan kegiatan pemantauan.
Komunikasi dan koordinasi dengan MRSC Johor Bahru tetap dilakukan hingga proses penutupan operasi SAR oleh pihak Malaysia.***(SPA)
DetakPatriaNews.com — Aktual, Tajam, Terpercaya













