Pekanbaru, DetakPatriaNews.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang mahasiswa yang dilaporkan tenggelam di Waduk Universitas Riau (UNRI), Panam, Kota Pekanbaru, dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat dini hari (5/6/2026).
Korban diketahui bernama Daffa (20), warga Koto Timbun, Kabupaten Kampar. Sebelumnya korban dilaporkan tenggelam saat menyelam dan menangkap ikan bersama dua rekannya di Waduk Universitas Riau pada Kamis malam (4/6/2026) sekitar pukul 20.37 WIB.
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru pada pukul 21.40 WIB dari petugas keamanan Universitas Riau bernama Adnan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban bersama dua temannya sedang menyelam untuk menangkap ikan di waduk tersebut. Namun saat kedua rekannya berhasil naik ke permukaan, korban tidak kunjung muncul kembali.
Teman-teman korban sempat melakukan pencarian secara mandiri hingga pukul 20.50 WIB, namun korban belum berhasil ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Pekanbaru yang terdiri dari delapan personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 22.00 WIB. Tim tiba sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung melakukan koordinasi bersama unsur SAR gabungan sebelum melakukan penyelaman dan pencarian intensif di sekitar lokasi tenggelam.
Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Jumat (5/6/2026) pukul 02.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia mengapung di permukaan waduk.
Korban ditemukan pada koordinat 0°28’47″N – 101°23’01″E atau sekitar 43 meter dari titik perkiraan awal tenggelam. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Universitas Riau untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut serta mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras sehingga korban berhasil ditemukan,” ujar Budi Cahyadi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.***(SPA)












