Rokan Hulu, Detakpatrianews.Com – Warga Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dikejutkan dengan penemuan seorang wanita yang meninggal dunia di kamar mandi Masjid Raya Al Ikhsan, Jalan Jendral Sudirman, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.
Korban diketahui bernama Rohaya Siregar alias Butet (50), warga RT 02 RW 02 Gang Balam, Desa Sukadamai, Kecamatan Ujungbatu.
Penemuan mayat wanita di Masjid Raya Al Ikhsan Ujungbatu tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang hendak menggunakan kamar mandi masjid. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan tidak membawa identitas.
Kejadian itu langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi.
Warga selanjutnya menghubungi pihak kepolisian. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Puskesmas Ujungbatu untuk dilakukan pemeriksaan visum.
Kapolsek Ujungbatu, Kompol Jusup Purba SH MH, membenarkan adanya penemuan mayat seorang wanita di kamar mandi Masjid Raya Al Ikhsan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga terjatuh di kamar mandi.
“Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka pada tubuh korban,” jelas Kapolsek.
Polisi kemudian mengidentifikasi korban sebagai Rohaya Siregar alias Butet. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima jenazah untuk segera dikebumikan,” tambahnya.

Ketua Pemuda setempat, Tepy R. Rasdiendri, bersama Ketua RT dan warga turut memastikan identitas korban di Puskesmas Ujungbatu.
Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa korban merupakan warga Desa Sukadamai yang telah lama tinggal sendiri.
Menurut Rasdiendri, almarhumah selama ini hidup sebatang kara tanpa pekerjaan tetap.
“Untuk kebutuhan sehari-hari biasanya dibantu oleh pemerintah desa dan warga sekitar,” ujarnya.
Meski demikian, korban dikenal tidak mudah menerima bantuan dari orang yang tidak dikenalnya.
Sementara itu, salah seorang tetangga korban, Devi Pelaminan, mengatakan bahwa sebelum kejadian ia sempat melihat korban setelah mandi di Sungai Rokan pada sore hari setelah waktu Ashar.
“Setelah mandi di sungai, beliau terlihat pergi dari rumah,” katanya.
Devi juga menjelaskan bahwa korban memang sudah lama hidup seorang diri. Warga mengenal almarhumah sebagai pribadi yang baik, namun terkadang emosinya berubah ketika kondisi kesehatannya menurun.
Diketahui sekitar sepuluh tahun lalu korban tinggal bersama suami dan anaknya di wilayah Tanjung Harapan. Namun karena sering terjadi pertengkaran, suaminya pergi membawa anak mereka dan dikabarkan menuju Aceh.
Sejak saat itu korban tinggal sendiri dan kondisi mentalnya disebut mulai terganggu.***(SPA)













