Daerah  

Dua Personel Polda Riau Saksikan Perubahan Anak Silver Di WISS

Ujung Batu, ROKAN HULU – Kisah anak-anak silver yang sebelumnya viral di media sosial karena berkeliling dan mengemis di sejumlah ruas jalan di Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, kini memasuki babak baru. Anak-anak tersebut mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan di Pondok Pesantren Modern Sa’ad Bin Abi Waqqas, Ujung Batu.

Kepedulian terhadap kondisi anak-anak tersebut bermula setelah keberadaan mereka yang masih berusia anak-anak dengan tubuh dicat silver menjadi perhatian masyarakat. Kondisi itu kemudian mendapat perhatian DR. HC. KH. Andi Sidomulyo, yang selama ini aktif dalam membina dan membantu anak-anak terlantar.

Baca Juga : Kapolsek Rambah Yang Baru, Silaturahmi Ke Tempat Kyai Andi Sidomulyo 

Pada 25 September 2026, Andi Sidomulyo melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan anak-anak tersebut sedang berkeliling di Jalan Sudirman, Ujung Batu. Setelah berkoordinasi dan melakukan pendekatan, anak-anak itu kemudian dibawa ke Pondok Pesantren Modern Sa’ad Bin Abi Waqqas untuk mendapatkan tempat tinggal, pendidikan, serta pembinaan.

Kisah tersebut kemudian viral di media sosial setelah videonya dipublikasikan melalui media InfoRohul. Video tersebut telah ditonton sekitar 200 ribu kali dan mendapat ratusan tanda suka.

Perhatian terhadap kisah tersebut juga datang dari dua personel Subdit Kamsus Dit Intelkam Polda Riau, yakni Aipda Yuyung Antoni, SH, MM dan Aipda Andri Ongky Priyanto, SM.

Baca Juga : Andi Sidomulyo Hadiri Mubes Ke VI DPP PKB Pujakesuma di Jakarta 

Pada Rabu, 7 Oktober 2026, keduanya datang langsung ke Pondok Pesantren Modern Sa’ad Bin Abi Waqqas untuk melihat kondisi anak-anak tersebut sekaligus berdialog dengan pengasuh pesantren, Andi Sidomulyo.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya melihat langsung proses pembinaan anak-anak yang sebelumnya hidup dan beraktivitas di jalanan.

Andi Sidomulyo menjelaskan bahwa anak-anak yang dibina di pesantrennya tidak hanya berasal dari latar belakang anak silver. Sebelumnya, ia juga telah menerima dan memberikan pendidikan kepada sejumlah anak terlantar, termasuk anak yang pernah menjadi pengemis maupun anak yang beraktivitas sebagai badut di jalanan.

Baca Juga : Muhammad Nasir Pimpin Pujakesuma Riau Hadiri Mubes VI Di Jakarta 

Menurutnya, seluruh anak tersebut diberikan kesempatan memperoleh pendidikan dan pembinaan tanpa dipungut biaya.

Baca Juga : Inilah Anak Asuh Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH

Aipda Yuyung Antoni mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi anak-anak tersebut setelah mendapatkan tempat yang lebih layak untuk tumbuh dan belajar.

Menurutnya, upaya membawa anak-anak dari jalanan ke lingkungan pendidikan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda.

Baca Juga : DPW Pujakesuma Riau Mandatkan DR (HC) Kyai Andi Sidomulyo Bentuk DPD Pujakesuma Di Rokan Hulu

Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu anak-anak yang masih berada di jalanan.

Fenomena anak-anak yang mencari nafkah di jalanan masih dapat ditemui di sejumlah titik persimpangan dan ruas jalan perkotaan, termasuk di Pekanbaru.

Karena itu, keberadaan lembaga atau pesantren yang bersedia membuka pintu bagi anak-anak terlantar dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari solusi, tentunya dengan dukungan dan koordinasi bersama berbagai pihak terkait.

Baca Juga : ABRI Dan Santri PESWA Galang Dana Untuk Korban Banjir Bandang Sumatera 2025

Kisah anak-anak silver di Ujung Batu ini menjadi pengingat bahwa di balik viralnya sebuah video di media sosial, terdapat persoalan sosial yang jauh lebih besar, yakni masa depan anak-anak yang membutuhkan perlindungan, pendidikan, pembinaan, dan kesempatan untuk hidup lebih baik.***(SPA)

 

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *