Ribuan Warga Saksikan Sekdes Mengamuk di Balai Adat Rantau Kasai

Insiden terjadi saat kegiatan pembagian hasil tanah ulayat anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai melalui PT Rantau Kasai Grup (RKG) pada Minggu siang.

DetakPatriaNews.com Rantau Kasai – Suasana kegiatan pengalokasian hasil tanah ulayat anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai yang dikelola melalui PT Rantau Kasai Grup (RKG) sempat diwarnai insiden mengejutkan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/03/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Kerapatan Adat Rantau Kasai tersebut bertujuan untuk membagikan hasil tanah ulayat kepada seluruh anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai.

Namun di awal acara, suasana mendadak ricuh setelah seorang oknum Sekretaris Desa Tambusai Utara berinisial AM, yang juga diketahui menjabat sebagai Hulubalang suku, diduga mengamuk di lokasi kegiatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, oknum tersebut sempat menggebrak dan membalikkan meja hingga dua kali. Insiden itu bahkan menyebabkan seorang anak kecil mengalami luka di bagian kepala, karena berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi di hadapan ribuan anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai yang hadir mengikuti kegiatan pembagian hasil tanah ulayat tersebut.

Tindakan yang dilakukan oknum tersebut dinilai tidak tepat, mengingat kegiatan itu merupakan forum bersama yang seharusnya mengedepankan musyawarah dan mufakat, terlebih dilaksanakan di hadapan masyarakat adat yang juga merupakan warganya sendiri.

Hingga saat ini, penyebab kemarahan oknum tersebut masih belum diketahui secara pasti, karena belum ada keterangan resmi maupun informasi valid yang menjelaskan pemicu kejadian tersebut.

Salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Ia menilai tindakan tersebut tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Sangat tidak memberi contoh yang baik kepada warganya dengan mempertontonkan sikap arogan di depan ribuan orang, wanita, lelaki dan anak-anak sampai pada ketakutan,” ujar seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian tersebut terjadi di bulan suci Ramadan, yang seharusnya menjadi momentum untuk menahan diri dan menjaga sikap.

“Ini bulan puasa Ramadan, sebentar lagi Lebaran. Seharusnya di bulan suci ini bisa menahan diri. Ini malah mengumbar amarah, tidak mengedepankan musyawarah, apalagi kita ini di tempat balai adat yang semestinya tempat menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai insiden tersebut.***(SPA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *