ROKAN HULU – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional Tahun 2026, jajaran Polsek Kabun melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung kuartal I tahun 2026 di lahan perkebunan kelapa sawit PT Simas Sawit Aliantan, Desa Batulangkah Besar, Kecamatan Kabun, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kabun, AKP Efendi Lupino, S.H bersama personel Polsek Kabun dan pihak pengelola perkebunan PT Simas Sawit Aliantan.
Adapun personel yang turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Ka SPKT I Aipda Jabbar, Ps Kanit IK Aipda Sumitro, Aipda ZH Tiber, Bripka Syafrianto, Brigadir A.R Amin, S.H serta pihak perkebunan PT Simas Sawit Aliantan.
Pengecekan dilakukan di area perkebunan kelapa sawit PT Simas Sawit Aliantan RT 08 RW 04 Dusun IV Desa Batulangkah Besar, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu dengan luas lahan sekitar 2 hektare.
Lahan ketahanan pangan tersebut dikelola oleh Asisten Kebun Ridho Butarbutar, S.P dan Penanggung Jawab Ketahanan Pangan Zusmedi Turnip dengan jenis tanaman berupa jagung pipil sistem tumpang sari.
Kapolsek Kabun bersama anggota dan pengelola lahan melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung yang saat ini berusia sekitar 74 hari.
Hasil pengecekan menunjukkan perkembangan tanaman jagung sangat baik. Rata-rata satu batang jagung memiliki dua tongkol bahkan ada yang mencapai tiga tongkol dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 2 meter.
Selain melakukan pengecekan, Polsek Kabun juga memberikan imbauan kepada pengelola dan para pekerja agar melakukan pengolahan lahan secara maksimal guna memperoleh hasil panen yang optimal.
Kapolsek Kabun juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus mewujudkan swasembada pangan nasional sehingga seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung kebutuhan pangan dalam negeri hingga meningkatkan capaian ekspor nasional.
Diperkirakan panen jagung di lahan tersebut akan dilakukan pada pertengahan hingga akhir Juli 2026.
Program penanaman jagung tumpang sari ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi jagung nasional, menjaga kestabilan harga pangan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan nasional.***(SPA)












