Daerah  

Kebakaran Hebat di Bukittinggi, Satu Warga Tewas Terjebak Api

Kebakaran di kawasan Kampung Baru, Kayu Kubu, Bukittinggi menewaskan seorang ibu rumah tangga dan menyebabkan kerugian mencapai Rp250 juta.

Bukittinggi – Peristiwa kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kampung Baru, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Musibah tersebut menelan satu korban jiwa dan menyebabkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.

Lokasi kebakaran yang berada di pusat Kota Bukittinggi dan berdekatan dengan kawasan wisata Jam Gadang sempat membuat panik warga sekitar. Bahkan, salah satu atap hotel di dekat lokasi dilaporkan terkena hembusan bola api, namun berhasil dipadamkan petugas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bukittinggi, Joni Feri mengatakan korban meninggal dunia diketahui bernama Mak Niza (65), seorang ibu rumah tangga yang terjebak di dalam rumah saat api berkobar hebat.

“Korban meninggal dunia diketahui bernama Mak Niza (65), seorang ibu rumah tangga setempat. Korban terjebak di dalam kobaran api yang menghanguskan rumahnya,” ujar Joni Feri.

Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk penanganan lebih lanjut.

Selain menelan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp250 juta.

“Musibah kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp250 juta,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas Damkar Kota Bukittinggi bersama warga masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Ketua RT setempat sekaligus saksi mata, Davidson (54), menjelaskan bahwa dirinya pertama kali melihat kepulan asap dan api besar berasal dari rumah korban saat berada di area belakang rumah.

“Api dengan cepat merembet dan melahap material bangunan. Kami langsung menghubungi aparat kewilayahan, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Damkar Kota Bukittinggi,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban sebenarnya sempat diselamatkan oleh adik kandungnya, Neli (53), ketika api mulai membesar. Namun karena panik, korban kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan sejumlah barang berharga yang masih tertinggal di dalam kamar.

Nahas, api yang semakin membesar membuat korban terjebak di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Saat proses evakuasi berlangsung, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, juga terlihat turun langsung membantu warga di lokasi kejadian.***(SPA)

Dikutip dari Media Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *