ROKAN HULU – Warga Jalan Lingkar Ngaso, Dusun Penghijauan RT 01 RW 05 Desa Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu digegerkan dengan penemuan seorang wanita tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Selasa (16/06/2026).
Korban diketahui bernama Inur (49), warga setempat. Peristiwa tragis tersebut langsung mendapat perhatian pihak kepolisian.
Kapolsek Ujungbatu Kompol Jusup Purba SH MH bersama Kanit Reskrim AKP Sudarto Sihombing SE dan personel Polsek Ujungbatu bergerak cepat turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan warga.
Setibanya di lokasi, polisi langsung memasang garis polisi dan menghubungi Tim Inafis Polres Rokan Hulu untuk melakukan olah TKP.
Salah seorang saksi, Herodi alias Nino (31), warga Jalan Lingkar RT 02 RW 03 Desa Ngaso yang rumahnya berada tepat di depan rumah korban, mengaku awalnya merasa curiga karena korban belum terlihat keluar rumah hingga siang hari.
Sementara itu, saksi Ita bersama Ema mencoba memanggil korban dengan mengetuk pintu rumah, namun tidak ada jawaban.
“Karena penasaran, saya mencoba masuk ke dalam rumah dan melihat bercak darah di tikar. Setelah selimut dibuka, terlihat korban sudah berlumuran darah,” ujar Nino.
Menurut keterangan saksi, suami korban bernama Junaedi alias Jhoni (49) tidak berada di rumah saat kejadian ditemukan. Bahkan sepeda motor Supra Fit miliknya juga tidak terlihat di lokasi.
Padahal, malam sebelumnya sekitar pukul 20.00 WIB, saksi masih melihat korban bersama suaminya sedang berada di warung kopi dekat rumah mereka.
Warga juga mengaku sempat mendengar pertengkaran antara korban dan suaminya sekitar tiga hari sebelum kejadian.
Dari hasil pantauan DetakPatriaNews di lokasi kejadian, korban diduga mengalami beberapa luka tusukan benda tajam di bagian leher serta luka tusuk di pipi kanan yang tembus ke leher.
Korban sempat dibawa ke RS Awalbros Ujungbatu sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pasir Pangaraian untuk dilakukan visum.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra SIK M.Si melalui Kapolsek Ujungbatu Kompol Jusup Purba SH MH menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif terkait kasus tersebut.
“Korban telah dibawa ke RSUD Pasir Pangaraian untuk dilakukan visum, namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” ujar Kapolsek.
“Kami masih mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan para saksi. Pelaku masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif dan pelaku pembunuhan tersebut.***(SPA)












