Rokan Hulu, DetakPatriaNews.Com – Kapolsek Tambusai Utara, AKP Heri Yuliardi, S.Tr.K., S.I.K., M.H, turun langsung ke lapangan bersama personel Polsek Tambusai Utara untuk melakukan pengamanan aksi damai yang diikuti ribuan Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai bersama karyawan eks PT Torganda yang kini telah bergabung ke PT Rantau Kasai Grup (RKG).
Aksi damai tersebut berlangsung di Afdeling VIII Kebun Rantau Kasai, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sebagai bentuk upaya mempertahankan hak atas Tanah Ulayat Anak Kemenakan Adat Melayu Rantau Kasai.
Dalam aksi tersebut, salah satu Paga Nogoi Suku Majarokan, Tomi Brian, menyampaikan imbauan kepada seluruh massa agar tidak terprovokasi dan tidak terjadi adu domba antar sesama karyawan maupun masyarakat adat.
“Kami meminta jangan ada adu domba antar karyawan dan jangan ada provokasi yang dapat memicu permasalahan. Sebelumnya dengan PT Torganda tidak ada pengerahan massa, semua selesai melalui dialog,” tegas Tomi Brian.
Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta mengedepankan musyawarah sebagai jalan penyelesaian.
“Mari kita jaga keamanan dengan saling menahan diri. Utamakan dialog, ajak duduk bersama di Lembaga Kerapatan Adat (LKA) sebagai tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan segala permasalahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian bersikap netral dan tidak berpihak kepada salah satu pihak.
“Ini semua adalah warga kami. Kami tidak berpihak ke salah satu pihak. Hindari kata-kata yang bersifat provokatif,” tambah Kapolsek
.
Sementara itu, Devi Ilhamsyah, S.H, selaku salah satu pendamping hukum Persukuan Melayu Rantau Kasai, menyayangkan belum adanya itikad baik dari pihak perusahaan.
“Hingga saat ini dari pihak PT Agrinas belum ada niat baik untuk duduk bersama di balai adat Rantau Kasai guna menyelesaikan permasalahan ini. Itu yang kami sangat sayangkan,” ungkapnya.
Devi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada jajaran kepolisian untuk memastikan pengamanan dalam setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat adat.
“Kami juga akan menyurati Kapolsek, Kapolres, Kapolda hingga Kapolri untuk meminta pengamanan dalam kegiatan kami,” tutupnya.
Hingga aksi berakhir, situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian.***(Surya)












