Kasus Hukum Tak Beri Efek Jera: Praktik Kotor Oknum Penyidik, Kejaksaan, dan Lapas

Rokan Hulu, DetakPatriaNews.com – Sistem penegakan hukum di Indonesia kembali menjadi sorotan. Meski sudah ada upaya perbaikan, sejumlah kasus menunjukkan bahwa keadilan masih sering kali tumpul di hadapan pihak-pihak tertentu. Dari oknum penyidik hingga aparat di lembaga pemasyarakatan (lapas), praktik kotor yang tidak memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan terus terjadi.

Oknum Penyidik dan Kejaksaan Bermain Mata
Informasi yang diperoleh DetakPatriaNews.com mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan oknum penyidik dan kejaksaan dalam kasus-kasus tertentu. Para pelaku kejahatan bisa bebas berkeliaran atau mendapatkan keringanan hukuman dengan adanya permainan “bawah meja”. Praktik ini tidak hanya merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum, tetapi juga menciptakan ruang nyaman bagi pelaku kejahatan untuk terus mengulangi perbuatannya.

Bebasnya Narapidana Menggunakan Handphone di Lapas
Di sisi lain, masalah serius juga terjadi di dalam lembaga pemasyarakatan. Para narapidana yang seharusnya menjalani hukuman dengan pembatasan fasilitas justru leluasa menggunakan telepon genggam. Ironisnya, praktik ini diduga melibatkan kerja sama dengan oknum petugas lapas yang mengambil keuntungan dari situasi tersebut.

Melalui telepon genggam yang mereka akses, para narapidana menjalankan berbagai modus kejahatan, salah satunya penipuan melalui media sosial. Penipuan ini dikenal dengan istilah “Melodes,” di mana narapidana menyamar menjadi orang lain untuk menipu korban secara daring. Kejahatan ini tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga mencoreng citra penegakan hukum di Indonesia.

Perlu Reformasi Penegakan Hukum
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera bertindak tegas terhadap praktik-praktik kotor ini. Jika tidak, keadilan akan tetap menjadi bayangan, dan hukum hanya akan tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

Apakah praktik-praktik ini akan terus dibiarkan? Ataukah akan ada langkah nyata untuk membersihkan institusi hukum dari oknum-oknum yang merusak? Hanya waktu yang dapat menjawab.

Laporan ini menjadi pengingat bahwa upaya perbaikan tidak boleh berhenti di wacana. Diperlukan tindakan tegas dan menyeluruh untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap keadilan di negeri ini.

(DetakPatriaNews.com)

#HukumTajamKeBawah
#ReformasiHukum
#KeadilanUntukSemua
#BersihkanAparatHukum
#StopMainMata
#LapasBersihTanpaHandphone
#MelodesScam
#TegakkanKeadilan
#EfekJeraPelakuKejahatan
#DetakPatriaNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *