Daerah  

Rika Parlina, S.H. Wakil Ketua Umum Germas PPA Bantu Faris Masuk Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas Secara Gratis

Kehilangan ayah dan ditinggal ibu sejak kecil, Faris nyaris kehilangan arah. Berkat kepedulian Germas PPA dan Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas, Faris kini punya harapan baru.

Contoh
Contoh

DetakPatriaNews.com, Pekanbaru –
Kisah haru datang dari seorang anak bernama Faris, yang sejak usia 1 tahun telah ditinggal ibunya dan hingga kini sang ibu tidak diketahui rimbanya. Kehidupan Faris hanya bertumpu pada kasih sayang sang ayah yang merawatnya sejak kecil. Namun takdir berkata lain, sang ayah wafat saat Faris berusia 3 tahun.

Sejak saat itu, Faris diasuh oleh adik ayahnya. Namun kondisi emosional Faris berubah drastis pasca kehilangan orang tua kandung. Ia menjadi anak yang sulit diatur, gemar bermain game berlebihan, bahkan menunjukkan perilaku menyimpang yang dinilai bisa merugikan orang lain.

Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga akhirnya membawa Faris ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Riau, berharap ada jalan keluar terbaik untuk menyelamatkan masa depan Faris.

Dalam upaya tersebut, UPT PPA menggandeng Wakil Ketua Germas PPA Provinsi Riau, Rika Parlina, S.H., untuk berdiskusi bersama dalam mencari solusi. Rika Parlina kemudian teringat pada sahabatnya yang juga Bendahara Umum Germas PPA, yaitu DR (HC) Kyai Andi Sidomulyo, pengasuh Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas yang berlokasi di Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu.

Tanpa menunda waktu, Rika menghubungi Kyai Andi Sidomulyo dan menceritakan kondisi Faris. Dengan hati terbuka, Kyai Andi langsung menerima Faris untuk dibina dan dididik secara gratis di lingkungan pesantren.

“Kami percaya bahwa anak-anak seperti Faris hanya butuh kasih sayang, pembinaan dan lingkungan yang tepat. Insya Allah, pesantren akan menjadi rumah baru bagi perubahan Faris,” ujar DR (HC) Kyai Andi Sidomulyo.

Kini Faris telah resmi menjadi santri di Pesantren Sa’ad Bin Abi Waqas, tempat di mana ia akan dibina secara spiritual, mental, dan akademik. Langkah ini diharapkan mampu membentuk Faris menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.

“Kami berharap cerita Faris menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa setiap anak punya hak untuk diselamatkan dan dibimbing,” tutup Rika Parlina, S.H.***(Surya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *