Pekanbaru, DetakPatriaNews – Dokumentasi Pertemuan Konsolidasi Adat antara Persukuan Melayu Rantau Kasai (PMRK) dan jajaran Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) telah terlaksana dengan khidmat dan penuh makna. Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Melayu di Provinsi Riau yang dinilai terdampak kebijakan negara, Selasa 16/12/2025.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para Datuk-Datuk Persukuan, Payung Nugo’i, Tungkek Suku, Paga Nugo’i, Hulu Balang, serta sejumlah pengurus PMRK. Rombongan PMRK turut didampingi langsung oleh Datuk Panglima ANJO, selaku Panglima Punggawa Melayu Riau (PMR).
Sementara itu, dari pihak LAM Riau, pertemuan dipimpin langsung oleh Datuk H. Taufik Ikram Jamil, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, bersama sejumlah tokoh besar adat Melayu Riau lainnya.
Seruan Bersama Perjuangan Hak Adat
Dalam pertemuan tersebut, PMRK menyampaikan secara resmi seruan dan ajakan kepada seluruh gerakan masyarakat adat se-Riau yang hak-hak adatnya terdampak atau dirugikan oleh kebijakan negara, khususnya yang berkaitan dengan Program PKH dan Agrinas.
Kesepakatan utama yang dihasilkan adalah bahwa perjuangan hak-hak masyarakat adat Melayu Riau akan dipayungi, dipimpin, dan dikoordinasikan langsung oleh LAM Riau melalui langkah-langkah yang tepat, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, akan segera dibentuk Forum Masyarakat Adat Melayu Riau Terdampak sebagai wadah konsolidasi dan perjuangan bersama.
Pernyataan PMRK
Sariman S, selaku Payung Negeri Persukuan Melayu Rantau Kasai, menyampaikan bahwa informasi ini disampaikan kepada seluruh Anak Kemenakan PMRK sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab adat.
“Kami mewakili Datuk-Datuk dan seluruh pengurus PMRK saat ini terus bergerak secara intens dan mobile dalam mengurus persoalan lahan tanah ulayat, baik melalui jalur litigasi (hukum) maupun kerja lapangan,” ujarnya.
Pertemuan konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam memperjuangkan keadilan dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat Melayu Riau secara bermartabat dan berlandaskan adat istiadat.***(Surya)












