Daerah  

Gangguan Distribusi Air PAM Ujung Batu, Warga Pertanyakan Kinerja UPTD

Klarifikasi Kepala UPTD dan Fakta di Lapangan Berbeda, Warga Semakin Resah

Ujung Batu, DetakPatriaNews – Sejumlah warga dan pelanggan PAM di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, resah akibat gangguan distribusi air bersih yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Air yang menjadi kebutuhan vital rumah tangga itu tidak mengalir normal, bahkan ketika mengalir kembali, kondisinya masih keruh dan tidak layak pakai.

Kepala UPTD PAM Ujung Batu, Didin, mengakui adanya kendala. Menurutnya, masalah distribusi terjadi karena adanya kebocoran pipa dan faktor teknis lainnya. “Memang benar ada kendala distribusi air, selain karena kebocoran juga ada faktor teknis lain,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (6/9/2025).

Namun, keterangan berbeda datang dari petugas lapangan. Mereka menyebut bukan hanya kebocoran pipa, tetapi tidak adanya persediaan bahan kimia penjernih air (tawas) di instalasi pengolahan menjadi penyebab utama. “Kemarin sempat kita distribusikan, tetapi airnya keruh karena debit sungai meluap. Banyak pelanggan yang mengeluh, jadi untuk hari ini kita hentikan penyaluran karena stok tawas habis,” jelas salah satu petugas.

Pesan resmi di grup WhatsApp pelanggan PAM juga mengonfirmasi hal tersebut. Dalam pesan itu disebutkan bahwa:

“Hari ini air PAM tidak bisa dihidupkan untuk semua wilayah. Untuk Jeruk Manis dan Tungku Rejo ada perbaikan pipa, sementara Pasar Lama, Pasar Baru, dan Sukadamai mati karena bahan kimia (tawas) habis dan masih menunggu pasokan datang.”

Kondisi ini memunculkan kebingungan dan ketidakpercayaan di masyarakat. Pasalnya, informasi dari kepala UPTD dianggap berbeda dengan realita di lapangan. Sejumlah pelanggan pun menilai jawaban KUPTD Didin tidak sesuai fakta.

“Kami kecewa. Jawaban KUPTD mengada-ada. Kami minta kepada Bupati Rokan Hulu untuk segera mengevaluasi pejabat terkait agar pelayanan air bersih lebih maksimal dan tidak merugikan masyarakat,” ungkap salah seorang warga Ujung Batu.

Pada Minggu (7/9/2025), aliran air PAM memang sudah mulai kembali normal. Akan tetapi, pelanggan menyebut air masih tetap keruh seperti sediakala dan belum layak konsumsi.

“Memang sudah hidup, tapi kondisinya masih keruh, sama saja tidak bisa dipakai untuk masak atau minum,” keluh salah satu pelanggan.

Warga berharap agar pemerintah daerah serius menangani masalah ini. Mereka menuntut penyediaan bahan kimia pengolahan air yang memadai, perbaikan jaringan pipa secara berkelanjutan, serta pengawasan kinerja UPTD PAM Ujung Batu agar pelayanan air bersih benar-benar dirasakan oleh masyarakat Rokan Hulu.***(Surya)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *