Bupati Anton Saksikan Penabalan Raja Luhak Rambah, Akhiri 82 Tahun Kekosongan Adat

Prosesi penabalan Yang Di-pertuan Besar Raja Luhak Rambah berlangsung khidmat dan meriah di Taman Kota Pasir Pengaraian, menjadi tonggak sejarah kebangkitan adat dan budaya Melayu Rokan Hulu.

Rokan Hulu, Detakpatrianews – Sejarah kembali terukir di Tanah Luhak Rambah. Setelah lebih dari delapan dekade kekosongan, akhirnya pucuk kepemimpinan adat kembali memiliki sosok pemimpin. Dalam suasana khidmat nan sakral, dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., bergelar Sutan Zainal, resmi ditabalkan sebagai Yang Di-pertuan Besar Raja Luhak Rambah, Kamis (09/10/2025).

Penabalan digelar dalam Majelis Peristiadatan yang berlangsung meriah di Taman Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat adat dan pelestari budaya, serta menandai kebangkitan nilai-nilai luhur adat istiadat Melayu Rokan Hulu.

Derai tabuh gendang dan alunan musik tradisional mengiringi prosesi naik tahta sang Raja yang mengenakan busana kebesaran kebangsawanan Luhak Rambah. Suasana penuh wibawa dan khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Rohul Anton, S.T., M.M., Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Forkopimda, Ketua DPRD Rohul, Anggota DPR RI Dr. H. Achmad, M.Si., serta seluruh kepala OPD se-Kabupaten Rokan Hulu.

Dari unsur adat, hadir pula tokoh-tokoh terkemuka LAM Riau dan LAM Rohul, termasuk Ketua Umum MKA LAM Riau Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, Ketua DPH LAM Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, dan tokoh adat Luhak Rambah lainnya.

Bupati Anton dalam sambutannya menyampaikan bahwa penabalan ini adalah momentum penting untuk menghidupkan kembali marwah adat, memperkuat identitas budaya, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Penabalan ini bukan sekadar gelar, melainkan amanah menjaga marwah, memelihara pusaka, dan membimbing anak kemenakan menuju masa depan yang bermartabat,” ujar Bupati Anton.

Sementara itu, Tengku Tezzy D. Dachlan, zuriyat bangsawan dan abang kandung dari raja yang ditabalkan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara dan keyakinannya bahwa Tengku Afrizal Dachlan adalah sosok yang tepat memimpin Luhak Rambah.

“Beliau cendekia, bersahaja, dan tegas dalam prinsip adat dan budaya,” ungkapnya.

Selain prosesi penabalan, digelar pula pentas seni tradisional, lomba lagu Melayu antar pelajar SMA sederajat, serta bazar UMKM sebagai bentuk pelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

Penabalan ini bukan hanya pengukuhan seorang pemimpin adat, tetapi simbol kebangkitan jati diri Luhak Rambah yang mengakar pada nilai-nilai budaya, adat, dan kearifan lokal.***(ADV/DiskominfoRohul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *